Sabtu, 10 Desember 2016

Malam minggu kali ini, masih sama seperti malam2 minggu sebelumnya
Masih terbentang jauh jarak antara kita

Video call, telfon, sms, bbm, wa, line rasanya tak cukup nemenuhi keinginan kita untuk bersua
Hingga kontakmu menjadi berbintang akibat seringnya saling berbalas

"Kangeenn"
Begitu rengekmu di ujung sana
Memang, rasanya seperti bercokol di hati
Apalagi mendengar suara manjamu dan kecerewetanmu
"Cepat pulang"
Imbuhmu

Ingin
Bahkan sangat
Tapi harus bagaimana?
Bernafaspun
Bukan kuasaku

#n

10/12/2016

Rabu, 07 Desember 2016

Diam, iya memang kamu adalah orang yang pendiam. Bicara seperlunya dan sekenanya.
Berbeda denganku yang sangat banyak bicara
"Cerewet!" katamu
Aku tak pernah berfikir macam-macam, selain Tuhan sudah menakdirkan kita bersama walau tanpa kepastian.
Namun saat ini ada yang berbeda dengan diammu
Iya, sangat berbeda.
Mungkin kamu tak menyadarinya. Bahkan kamu mengelak ketika aku bertanya,
"Semua baik saja? ada yang mengganggu moodmu?"
Jauh dari itu aku paham dirimu, karena tanpa kita sadari kita telah berusaha melengkapi satu sama lain.
.
.
Hingga malam ini melalui telefonmu kamu berkata
"Dia datang lagi"
Kupejamkan mataku, kuhempaskan perlahan nafas di dada yang semakin sesak
Ini sudah kesekian kalinya. Kami memang belum ada hubungan apapun, namun hatiku selalu sakit ketika tau dia masih berhubungan dengan seseorang di masa lalunya.
Hal itu tanpa alasan, aku sudah melepaskan masa laluku demi dia tapi...
Dia...
Tak pernah sekalipun mencoba berpaling dari wanita yang sudah mencampakannya itu, yang sudah memilih orang lain untuk dijadikannya pendamping hidup.
.
Lalu selama ini kita apa?
Ungkapan rindu dan perhatianmu?
Apa hanya sekedar bualan?
Dan aku hanya sebagai penghiburmu? ketika kamu sedang sepi dan ingin diperhatikan oleh seorang lawan jenis?
.
Dan setiap kali seperti ini, rasanya ingin sekali pergi.
Tak menghubungimu barang sekali, walau sangat sulit aku akan berusaha melakukannya.
Namun selalu, kamu datang lagi dengan perhatianmu, bahkan kadang memarahiku,
"Mengapa tak menghubungiku?" gertakmu.
Gertakan manja yang kuartikan kamu membutuhkanku, yang kadang aku tak mengerti bahwa itu hanya bualan, yang membuatku tak sadar akan niat awalku untuk melupakanmu.
.
Hhmmhhh....
Hubungan seperti ini sangat melelahkan :(
Andai kamu tahu, Aku amat sangat menyayangimu
Andai, kamu bisa melepaskan masa lalumu


#n
07/12/2016

Minggu, 04 Desember 2016

Sebuah Usaha Melupakan Boy Candra



eny_fajrin25Siapa sangka ada kecemburuan dibalik buku ini, kecemburuan seorang kekasih karena kekasihnya terlalu sibuk berangan dengan masa lalunya
dan bergalau2 ria dengan tulisannya.

Perempuan memang seperti itu, susah berdamai dengan masa lalu sang kekasih.
Hal itu mungkin karena dia tidak ingin melihat sang kekasih terlalu larut dengan kesedihannya, mengungkit masa lalu yg mungkin bisa menumbuhkan rasanya kembali. Juga karena perempuan terlalu sulit untuk berprasangka baik.
Lebih baik pergi, tidak ingin mengusik terlalu dalam karena takut mengganggu.

Namun jauh dr itu semua tersimpan begitu kuat rasa percaya dan saling menguatkan, karena ada komitmen diantara mereka.
Smangat deh untuk penulis dan Mbak pacarnya 😊



Owh iyaa HAPPY GRADUATION untuk seseorang yg sangat menyebalkan nun jauh disana 😛