Rabu, 07 Desember 2016

Diam, iya memang kamu adalah orang yang pendiam. Bicara seperlunya dan sekenanya.
Berbeda denganku yang sangat banyak bicara
"Cerewet!" katamu
Aku tak pernah berfikir macam-macam, selain Tuhan sudah menakdirkan kita bersama walau tanpa kepastian.
Namun saat ini ada yang berbeda dengan diammu
Iya, sangat berbeda.
Mungkin kamu tak menyadarinya. Bahkan kamu mengelak ketika aku bertanya,
"Semua baik saja? ada yang mengganggu moodmu?"
Jauh dari itu aku paham dirimu, karena tanpa kita sadari kita telah berusaha melengkapi satu sama lain.
.
.
Hingga malam ini melalui telefonmu kamu berkata
"Dia datang lagi"
Kupejamkan mataku, kuhempaskan perlahan nafas di dada yang semakin sesak
Ini sudah kesekian kalinya. Kami memang belum ada hubungan apapun, namun hatiku selalu sakit ketika tau dia masih berhubungan dengan seseorang di masa lalunya.
Hal itu tanpa alasan, aku sudah melepaskan masa laluku demi dia tapi...
Dia...
Tak pernah sekalipun mencoba berpaling dari wanita yang sudah mencampakannya itu, yang sudah memilih orang lain untuk dijadikannya pendamping hidup.
.
Lalu selama ini kita apa?
Ungkapan rindu dan perhatianmu?
Apa hanya sekedar bualan?
Dan aku hanya sebagai penghiburmu? ketika kamu sedang sepi dan ingin diperhatikan oleh seorang lawan jenis?
.
Dan setiap kali seperti ini, rasanya ingin sekali pergi.
Tak menghubungimu barang sekali, walau sangat sulit aku akan berusaha melakukannya.
Namun selalu, kamu datang lagi dengan perhatianmu, bahkan kadang memarahiku,
"Mengapa tak menghubungiku?" gertakmu.
Gertakan manja yang kuartikan kamu membutuhkanku, yang kadang aku tak mengerti bahwa itu hanya bualan, yang membuatku tak sadar akan niat awalku untuk melupakanmu.
.
Hhmmhhh....
Hubungan seperti ini sangat melelahkan :(
Andai kamu tahu, Aku amat sangat menyayangimu
Andai, kamu bisa melepaskan masa lalumu


#n
07/12/2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar