Jumat, 25 November 2016

"Aku... 😭 "
Aku harus apa?
Harus bagaimana?
Sudah sepuluh kali bolak-balik kamar mandi,dan....
Tuhan... apa yang salah denganku? Terus kutekan tombol di hpku, berharap hpnya segera aktif.
--------
"Hallo"
"Ha.. halloo Sandi, hallo Sandi aku bingung sayang, bingung banget 😟" Kataku nyerocos karena gugupku.
"Ada apa sayang, maaf aku sibuk banget tadi. tenang sayang jangan takut, coba ceritain pelan-pelan"

Aku Ria mahasiswa semester 6 jurusan management di sebuah kampus Swasta di Jakarta. Pacarku Sandi adalah seorang karyawan kantor di luar jawa, tepatnya di Kota Makasar. Kami sudah berpacaran selama satu tahun ini.
Bagiku dan Sandi komitmen adalah hal nomer satu. Yaa walaupun dia agak kasar, tapi aku percaya jika kami menikah nanti dia tidak akan kasar padaku.
Kepercayaanku padanya melebihi apapun. Hingga sesuatu yang tidak seharusnya ku berikan pada orang lain selain sahku, kuberikan padanya. Karena aku yakin dia akan menjaga kepercayaanku itu.
Sudah 2 bulan ini aku merasakan sakit yang sangat hebat pada perut bagian bawahku. Seperti ada sesuatu yang mengganjal. Haidpun tidak. Takut...

Kemarin Sandi mencoba berbicara pada ibunya, dia ingin bertanggung jawab, dia akan menikahiku. Orang tuanya sangat terkejut karena pengakuannya. Ku tangkap wajah tak suka dari kedua orang tua Sandi padaku.

Satu minggu kemudian ketika Sandi sudah berangkat ke Makasar, ayahnya menghampiriku ke kos, memberikan sebungkus pil bertuliskan Cyto****
"Semoga cepet sehat" pesan beliau.

Dan malam ini lagi, perutku sangat sakit, seperti diremas sangat keras, aku gak kuat. Tuhaann 😭

Dan kemudian hal itu kulakukan. Obat itu kutelan. Pil maut yang mengeluarkan jari mungil dari rahimku

#N

Tidak ada komentar:

Posting Komentar