Tak lagi saling berbalas chat ataupun berkabar melalui telefon.
Satu.
Dua. .
Tiga. . .
Tubuhku mulai berbalik dan pergi
-----
Jika suatu saat nanti kamu menyadari kepergianku, tolong tanyakan pada hatimu, "Apa aku pernah ada?"
Dan saat itu juga mungkin kamu sudah dengan duniamu
sedang aku
Entah apa yang akan terjadi padaku setelah ini.
Mungkin aku akan menjauh dari cinta karena hatiku telah patah akibat ketidakpastian ini.
---
Ketiadaan status kita mungkin kau anggap biasa.
Itu karena kamu seorang pria, seorang pria yang hanya berfikir dengan logika.
Sedang aku, seorang perempuan yang menggunakan hati dan perasaannya dalam segala hal..
--
Perhatianmu yang telah menyita hati dan hidupku. Mungkin saja kamu menganggapnya biasa. Tapi bagiku sebagai seorang perempuan, hal itu bisa membawa kepada perasaan suka, cinta, dan sayang.
--
Aku tidak mungkin memulai, karena aku seorang perempuan kolot yang masih menganggap tabu perihal menyatakan terlebih dahulu perasaan kepada lawan jenis.
Harapanku agar aku dan kamu menjadi kita, juga mungkin itu hanya akan menjadi sebuah harapan semu, karena sepertinya hanya aku yang berharap demikian.
#N
Tidak ada komentar:
Posting Komentar